TARAKAN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan lintas Tarakan–Sebawang, Kabupaten Tana Tidung mulai hari ini, mulai Senin (06/04/2026).
Kebijakan tersebut mengubah skema tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi tarif komersial, dengan kenaikan berkisar 10 hingga 20 persen. Hal ini dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 100.3.3.1/78/2026.
Kepala PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan Kantor Perwakilan Tarakan, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah mendesak untuk menjaga keberlangsungan operasional kapal yang selama ini mengalami tekanan finansial.
“Seharusnya dilakukan Desember 2025 lalu, tapi karena ada arus mudik natal 2025 dan IdulFitri 2026, jadi penyesuaian tarif sempat diundur dan baru dilakukan April 2026,” jelas Gafur kepada awak media.
“Penyesuaian tarif baru ini bukan karena kenaikan BBM, tetapi murni untuk menjaga operasional tetap berjalan,” tambahnya.
Gafur menegaskan, kondisi tersebut diperparah dengan tingginya biaya perawatan kapal. Setiap kali kapal menjalani docking, ditemukan kerusakan yang cukup signifikan, yang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi fasilitas pelabuhan di Sebawang.
“Kalau tarif tidak disesuaikan, ada risiko kapal ini ditarik atau relokasi ke wilayah lain. Jika itu terjadi, berarti layanan Tarakan–Sebawang terancam terhenti,” tegasnya.
Dari harga sebelumnya, Gafur, menerangkan tarif ekonomi penumpang dewasa naik menjadi Rp81000, sedangkan untuk anak-anak menjadi Rp9100.
Begitu juga untuk kendaraan, lanjutnya, turut mengalami kenaikan harga yang mana kendaran golongan I menjadi Rp100 ribu, golongan II Rp190 ribu, golongan III Rp300 ribu dan seterusnya.
“Penyesuaian ini hanya berlaku untuk lintas komersial tujuan Tarakan–Sebawang dan tidak berdampak pada lintasan perintis lainnya,” terangnya.
Meski mengalami kenaikan, Gafur memastikan penerapan tarif baru yang diberlakukan pada hari pertama berjalan kondusif.
Gafur menambahkan, masyarakat juga dapat menerima kebijakan tersebut setelah diberikan pemahaman terkait kondisi operasional.
“Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar. Masyarakat bisa memahami setelah kami jelaskan situasinya,” katanya.
Selain itu, Gafur, menuturkan perusahaan juga membuka kemungkinan penambahan armada jika trafik penumpang terus meningkat, guna memastikan pelayanan lebih optimal tanpa jeda operasional.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kenaikan tarif, dan pelayanan bisa terus kami tingkatkan. Bahkan jika memungkinkan, kapal bisa beroperasi setiap hari,” pungkasnya.
Terpisah, salah satu penumpang Kapal Ferry, Junaidi menilai kenaikan tarif tujuan Tarakan-Sebawang yang dilakukan PT ASDP masih berada di tahap wajar.
“Melihat kondisi yang ada, saya lihat penyesuaian tarif ini masih wajar, dari pada rute Tarakan-Sebawang ditiadakan sama sekali,” ungkapnya.
Sebagai pengguna jasa Kapal Ferry, Junaidi, menuturkan keberadaan rute Tarakan-Sebawang selama ini sangat membantu masyarakat di Tana Tidung.
“Tentu saya dan keluarga merasa terbantukan dengan adanya rute ke Sebawang ini, selain harga nya yang masih terjangku kami juga bisa membawa kendaraan saat bepergian ke Tarakan,” tuturnya.
Senada dengan Junaidi, salah satu warga Malinau, Tomi menilai harga tiket Kapal Ferry dengan rute Tarakan-Sebawang yang baru saat ini masih dalam batas normal.
“Kalau naik Ferry kan bisa bawa kendaraan ke Tarakan, jadi pas di Tarakan saya tidak terbebani lagi ongkos angkot atau ojek,” terangnya.
“Dibandingkan naik speedboat, saya rasa harganya masih murah dan itu pun saya sudah bisa bawa motor,” tambahnya.
Baik Junaidi dan Tomi berharap, dengan adanya penyesuaian tarif baru rute Tarakan-Sebawang, PT ASDP bisa lebih meningkatkan pelayanan di atas kapal. (*/red/cn)



