Rahmawati Soroti Krisis Air Bersih dan Listrik di Perbatasan Nunukan, Desak Percepatan Infrastruktur Dasar

oleh -6 Dilihat

NUNUKAN – Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati, menerima berbagai aspirasi masyarakat perbatasan, saat melakukan kunjungan ke Desa Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Adapun keluhan warga perbatasan yang didengarkan Rahmawati, diantaranya kerusakan sarana air bersih akibat banjir, hingga kebutuhan listrik yang masih menjadi persoalan mendasar di desa yang masuk kategori 3T itu.

Dalam kunjungannya ke wilayah perbatasan tersebut, Rahmawati mengungkapkan banjir yang kerap melanda kawasan Labang berasal dari aliran sungai yang berhulu di Malaysia. Akibatnya, banjir dapat terjadi meski wilayah Indonesia tidak sedang mengalami hujan.

“Karena di sana sungainya itu kiriman dari Malaysia. Jadi walaupun kita tidak hujan, kadang-kadang tiba-tiba banjir seperti seminggu yang lalu. Banjir besar kira-kira sekitar delapan meter sehingga terendam rumah-rumah penduduk,” ungkapnya.

Baca Juga  Sekda Malinau Gelar Open House Natal 2025, Sambut Warga dalam Suasana Penuh Kehangatan

Selain merendam permukiman warga, dikatakan Rahmawati, banjir tersebut turut merusak jaringan distribusi air bersih yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat.

Lanjut Rahmawati, sedikitnya tiga desa terdampak akibat rusaknya jaringan selang yang mengalirkan air dari mata air ke rumah-rumah warga.

“Mereka mengambil dari mata air yang dialirkan ke rumah-rumah menggunakan selang, nah instalsi aliran air itu rusak di tiga desa yang sehingga mereka susah mendapatkan air,” bebernya..

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Rahmawati, mengaku telah memberikan bantuan untuk memperbaiki jaringan selang yang rusak akibat diterjang banjir.

“Saya menyumbangkan untuk memperbaiki selang-selang yang sudah dibawa banjir,” ungkap istri Gubernur Kaltara itu.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Lepas 484 CJH via Embarkasi Balikpapan, Dua Kloter Diberangkatkan ke Tanah Suci

Selain persoalan air bersih, Rahmawati, turut menyoroti kebutuhan listrik yang masih menjadi tantangan di sejumlah desa perbatasan.

Makadari itu, Rahmawati, mendesak pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, sehingga masyarakat di wilayah terluar tidak tertinggal dibandingkan daerah tetangga di seberang perbatasan.

“Jangan sampai di seberang terang, sebelah sini gelap,” tegasnya.

Saat melakukan kunjungan, Rahmawati, menyebutkanbahwa beberapa desa di kawasan perbatasan di Kaltara akan mulai menerima program pemasangan listrik dari pemerintah pusat, melalui sektor energi dan sumber daya mineral.

“Syukurlah ada beberapa desa yang mulai tahun ini akan diberikan dari pemerintah pusat untuk pemasangan listrik,” ungkapnya.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Rahmawati, juga berdialog langsung dengan para pegawai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Baca Juga  Musda ke-III Golkar Kaltara, Ketum Bahlil Tegaskan Pentingnya Strategi dan Konsolidasi

“Jadi, ada beberapa hal yang mereka sampaikan seperti kondisi fasilitas kerja, kebutuhan infrastruktur pendukung, kesejahteraan pegawai, akses transportasi serta pelayanan lintas batas bagi masyarakat yang selama ini jarang terdengar,” ujarnya.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh petugas PLBN Labang, karena telah menjalankan tugas pelayanan dan pengamanan di perbatasan negara,” tambahnya.

Rahmawati memastikan, pembangunan nasional harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terluar yang memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

“Karena membangun Indonesia bukan hanya dari kota-kota besar, tetapi juga dari titik-titik terluar yang dengan penuh kebanggaan menjaga kedaulatan bangsa kita,” pungkasnya. (*/red/cn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *