Seret Nama Oknum DPRD dan Pejabat Nunukan, Hamseng Buat LP ke Polres Nunukan
NUNUKAN – Dugaan aksi premanisme terorganisir yang melibatkan puluhan orang mengguncang Kabupaten Nunukan dan memantik kemarahan publik.
Pengrusakan rumah, hingga dugaan intimidasi warga disebut terjadi dalam aksi brutal yang kini menyeret nama pejabat daerah dan oknum anggota DPRD Nunukan.
Pegiat media sosial Nunukan, Hamseng, secara terbuka menuding aksi tersebut bukan gerakan spontan, melainkan diduga melibatkan jaringan yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan daerah.
Dengan tegas, Hamseng menyebut nama Bupati Nunukan berinisial IS, kerabatnya SBR, serta dua oknum anggota DPRD Nunukan berinisial AP dan SD diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok yang bergerak di lapangan.
“Orang-orang yang mereka turunkan di lapangan semuanya terafiliasi dengan para pejabat itu,” tegas Hamseng kepada awak media, Sabtu (09/05/2026).
Tidak hanya itu, Hamseng bahkan menuding salah satu oknum anggota DPRD berinisial AP bukan kali pertama dikaitkan dengan aksi serupa.
“Untuk AP ini sudah dua kali melakukan aksi seperti ini. Sebelumnya juga pernah menerjunkan massa untuk melakukan tindakan premanisme,” bebernya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 50 orang diduga bergerak dari titik kumpul di kediaman seorang warga berinisial LM sebelum melakukan aksi ke sejumlah lokasi.
Warga menyebut kelompok tersebut membawa balok kayu dan senjata tajam sambil melakukan intimidasi di kawasan lapak ayam.
Situasi disebut semakin mencekam setelah sejumlah fasilitas warga dirusak. Beberapa terduga pelaku juga dilaporkan kabur meninggalkan tiga unit sepeda motor yang kini berpotensi menjadi barang bukti.
Hamseng menduga, dirinya ikut menjadi sasaran karena kerap mengkritik kebijakan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui media sosial.
“Ya, mungkin karena mereka benci dan tidak suka dengan apa yang saya lakukan di media sosial, kan rumah saya juga sempat digeruduk sekelompok massa yang diduga merupakan orang-orang dekat para penguasa,” ungkap Hamseng.
Hingga berita ini diterbitkan, dua oknum anggota DPRD Nunukan berinisial AP dan SD yang disebut dalam tudingan tersebut belum memberikan tanggapan.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp juga belum mendapat balasan maupun respons.
Terpisah, Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, melalui Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menegaskan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Nunukan.
“Polres nunukan sudah menerima Laporan Polisi (LP) dari Saudara Hamseng, saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Reskrim,” tegas perwira balok dua itu, saat dikonfirmasi awak media, Senin (12/05/2026).
Namun, saat disinggung apakah sudah ada saksi yang periksa dan ada barang bukti yang diamankan, Sunarwan enggan membeberkan lebih lanjut proses penyelidikan yang telah dilakukan.
Begitu juga ketika ditanya terkait adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat dan dua anggota DPRD di Nunukan, Kasi Humas POlres Nunukan itu meminta awak media untuk menunggu pres rilis dari Kasat Reskrim.
“Info lanjutnya tunggu rilis dari Kasat Reskrim, nanti kalau sudah ada rilisinya akan kami kirimkan,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan serius masyarakat Nunukan. Desakan agar aparat penegak hukum bertindak tegas, cepat dan independen terus menguat di tengah kekhawatiran adanya dugaan intervensi kekuasaan dalam penanganan perkara tersebut. (*/red/cn)










