TARAKAN – Meski regulasi dan mekanisme pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) masih dalam pembahasan di DPR RI, DPD Partai NasDem Tarakan mulai mempersiapkan kader potensialnya untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Tarakan pada periode mendatang.
Komitmen tersebut, disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Kota Tarakan, Mustain, saat menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Tarakan dari Partai NasDem, Barokah, Selasa (16/06/2026).
Mustain mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat dua kader NasDem yang dinilai memiliki kapasitas dan peluang untuk maju dalam Pilwali Tarakan.
“Ada dua kader terbaik NasDem yang saat ini cukup potensial untuk mengikuti kontestasi Pilwali Tarakan ke depan,” ujar Mustain.
Meski demikian, Mustain belum bersedia mengungkap identitas kedua kader tersebut. Mengingat keduanya saat ini masih mengemban amanah sebagai wakil rakyat di tingkat kota dan provinsi.
“Kader pertama saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Tarakan, sedangkan kader kedua berada di DPRD Provinsi Kalimantan Utara,” sebut Mustain.
Dijelaskan Mustain, Partai NasDem terus membangun komunikasi internal sekaligus memberikan dorongan kepada kedua kader tersebut, agar siap mengambil peran dalam kontestasi politik mendatang, termasuk Pilwali Tarakan.
Namun, lanjutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing kader terkait arah karier politik yang akan ditempuh pada masa mendatang.
“Terlepas nanti mereka bersedia atau tidak, semuanya kembali kepada yang bersangkutan. Kita juga belum mengetahui langkah politik mereka berikutnya, apakah memilih maju kembali ke DPRD Kota, Provinsi, DPR RI, atau ikut bertarung di Pilkada,” jelasnya.
Mustain menerangkan, proses penjaringan dan penyiapan kader sejak dini menjadi bagian dari strategi partai, tujuannya untuk memastikan NasDem memiliki figur-figur yang siap bersaing ketika tahapan Pilkada resmi dimulai.
“Partai harus menyiapkan kader jauh sebelum kontestasi dimulai. Langkah ini penting agar NasDem memiliki calon yang matang, memiliki kapasitas, dan siap bertarung saat Pilkada resmi digelar,” pungkasnya. (*/red/cn)







