MALINAU – Festival Budaya Batu Menari di Destinasi Wisata Semolon mulai diarahkan menjadi agenda tahunan untuk memperkuat pengembangan seni, budaya dan pariwisata Kabupaten Malinau.
Festival perdana yang dihadiri langsung Bupati Malinau Wempi W. Mawa, tersebut berlangsung di kawasan wsiata Semolon, Selasa (29/9/2026).
Wempi memastikan, pelaksanaan Festival Batu Menari tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas pada tahun-tahun berikutnya.
“Festival ini ke depan harus bisa kita kembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” tegas Wempi dalam sambutannya.
Dijelaskan Wempi, keterlibatan dalam festival nantinya tidak hanya berasal dari pelaku seni Kabupaten Malinau, tetapi juga dapat diperluas dengan mengundang sanggar seni dari berbagai kabupaten dan kota.
“Saat ini, terdapat sekitar 47 sanggar seni di Kabupaten Malinau yang berpotensi terlibat dalam penyelenggaraan festival berikutnya,” jelasnya.
Wempi menyampaikan apresiasi kepada para penari, pembina seni, panitia, kepala OPD dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival perdana tersebut.
“Festival ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun agenda seni budaya yang lebih besar, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Malinau kepada masyarakat luas,” pungkasnya.
Rangkaian Festival Batu Menari ini, juga diisi dengan pelepasan ikan di Sungai Semolon. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menambah daya tarik kawasan wisata. (*/red/cn/pro)











