Sekprov Kaltara Tekankan Perencanaan APBD dan Efisiensi Energi ASN

oleh -90 Dilihat

BULUNGAN – Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), penting untuk meningkatkan disiplin perencanaan anggaran dan manajemen waktu kerja guna mendorong optimalisasi kinerja pemerintahan daerah.

Hal ini, disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, saat memimpin apel gabungan ASN di lingkungan Pemprov Kaltara yang digelar di Lapangan Agatis, Senin (19/01/2026).

Dalam arahannya, Denny mengungkapkan masih terdapat sejumlah pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum bergerak pada tahap penatausahaan.

Baca Juga  Rp4 Miliar Menguap di Sebuku? SPAM RS Pratama Diduga Dicairkan Sebelum Dikerjakan, Proyek Kini Terhenti

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pencapaian program pemerintah daerah.

“Perencanaan harus benar-benar matang. Surat Penyediaan Dana (SPD) dan rencana anggaran kas harus memperhitungkan kebutuhan selama 12 bulan ke depan,” tegas Denny.

“Pergeseran anggaran sebaiknya semakin diminimalkan agar kualitas perencanaan kita semakin baik,” tambahnya.

Selain persoalan anggaran, Sekprov juga menyoroti pentingnya manajemen waktu kerja ASN. Ia menekankan perlunya pembagian waktu kerja secara terstruktur, meliputi pekerjaan yang telah diselesaikan, yang sedang berjalan, dan yang akan dilaksanakan.

Baca Juga  WFA Hemat Rp230 Juta, Sekprov Kaltara Tegaskan Efisiensi Tanpa Ganggu Layanan Publik

Denny mencontohkan salah satu OPD yang telah menyusun pekerjaan lintas tahun anggaran, mulai dari evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, pelaksanaan program tahun berjalan, hingga persiapan program tahun berikutnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan inisiatif positif yang layak ditiru OPD lainnya.

Tak hanya itu, Denny turut mengingatkan ASN agar lebih peduli terhadap efisiensi penggunaan listrik di lingkungan perkantoran.

Baca Juga  Dibiayai Penuh APBD, Program Desa Sarjana Unggul Malinau Didorong Cetak Agen Perubahan Desa

Ia meminta fasilitas kantor seperti lampu, pendingin ruangan, dan peralatan elektronik lainnya dimatikan setelah jam kerja, terutama menjelang akhir pekan, guna mencegah pemborosan energi.

“Kebiasaan sederhana seperti mematikan peralatan listrik setelah digunakan dapat membentuk budaya kerja yang hemat energi, efektif, dan produktif,” katanya.

Melalui apel gabungan tersebut, Denny berharap seluruh ASN Pemprov Kaltara mampu memanfaatkan waktu kerja secara optimal, meningkatkan kedisiplinan, dan bertangungjawab menjalankan tugas mendukung kinerja pemda. (*/red/cn/kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *