Alumni KNPI se-Kaltara Konsolidasikan Kekuatan, Bupati Wempi Tegaskan Fokus Pembangunan, Bukan Politik

oleh -5 Dilihat

TARAKAN – Pertemuan para alumni KNPI se-Kalimantan Utara (Kaltara) di Kota Tarakan dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi gagasan dan penguatan komitmen pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Malinau yang alumni KNPI Malinau dalam kegiatan Silaturahmi Temu Kangen Alumni KNPI Pejuang Kaltara, Sabtu (04/04/2026) di Tarakan.

Wempi memastikan, bahwa forum yang diadakan ini bukan bagian dari agenda politik, melainkan refleksi perjuangan dan penguatan peran dalam membangun provinsi.

“Pertemuan ini lahir dari kerinduan sekaligus tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari orang-orang yang terlibat dalam pembentukan Kaltara,” terang Wempi.

“Ini bukan soal politik, tetapi bagaimana menjaga dan melanjutkan semangat pembangunan yang dulu kami perjuangkan,” tambah mantan Ketua KNPI Malinau itu.

Wempi menekankan, Tarakan memiliki nilai historis sebagai titik awal pergerakan pembentukan Kaltara. Karena itu, pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan kontribusi ke depan.

Baca Juga  Perkuat Literasi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media di Kaltara

Meski tidak seluruh tokoh hadir secara fisik,Wempi, menambahkan dokumentasi perjuangan yang kembali dibuka dalam forum menjadi pengingat kuat atas komitmen bersama dalam membangun daerah.

“Perjuangan tidak berhenti saat provinsi ini terbentuk. Justru tanggung jawab kita semakin besar untuk memastikan pembangunan berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Wempi, menyebutkan Kaltara telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak awal pembentukan, ditandai dengan lengkapnya struktur pemerintahan hingga ke tingkat pusat serta aktifnya institusi penegak hukum.

“Visi yang dulu hanya mimpi, hari ini sudah menjadi kenyataan. Tinggal bagaimana kita menjaga sinergi dan mempercepat pembangunan, terutama infrastruktur dan konektivitas wilayah,” sebut Bupati dua priode itu.

“Apalagi tantangan Kaltara ke depan masih besar, termasuk penguatan koordinasi antarwilayah serta agenda strategis seperti pengembangan Tanjung Selor sebagai ibu kota provinsi,” tambahnya.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Tegaskan Zakat Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan

Sebagai Bupati Malinau, Wempi turut memaparkan empat fokus utama kontribusi pembangunan yang dijalankan untuk memajukan Kaltara dari Malinau.

Dianntaranya menjaga toleransi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kemajuan Kaltara tidak bisa dipisahkan dari kemajuan kabupaten dan kota di dalamnya. Jika Malinau berhasil, itu adalah keberhasilan Kaltara. Sebaliknya, jika gagal, itu juga menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

“Tidak hanya itu, saya juga berkomitmen untuk merangkul seluruh elemen, mulai dari generasi muda, tokoh agama, hingga partai politik, guna memperkuat pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya lagi.

Menanggapi isu yang mengaitkan pertemuan tersebut dengan agenda politik menjelang Pilkada 2030, Wempi menilai persepsi publik sebagai hal yang wajar.

Baca Juga  Safari Ramadan di Gong Solok, Wabup Jakaria Dengarkan Langsung Suara Warga Malinau

Namun, Wempi, menegaskan bahwa substansi kegiatan tetap pada semangat kebersamaan dan pengabdian.

“Penilaian publik tentu sah-sah saja. Tapi yang jelas, forum ini berangkat dari niat yang sama, yaitu membangun Kalimantan Utara, bukan kepentingan politik jangka pendek,” tegasnya.

Apalagi, dikatakan Wempi, pertemuan ini dihadiri para tokoh dari beragam latar belakang, mulai dari unsur birokrasi, tokoh masyarakat, hingga representasi partai politik dari berbagai daerah seperti Tarakan, Nunukan, Bulungan, Malinau, hingga Berau.

Selain itu, para tokoh yang hadir merupakan figur-figur berpengalaman dengan kapasitas dan pertimbangan matang, sehingga tidak tepat jika forum tersebut direduksi hanya sebagai agenda politik.

“Ini adalah forum orang-orang yang punya rekam jejak dan tanggung jawab terhadap daerah. Fokus kami jelas, menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*/red/cn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *