Kebutuhan Pokok di Pasar Mulai Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru

oleh -185 Dilihat

TARAKAN – Sudah menjadi tradisi tahuan jika perayaan hari besar, kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang membuat warga menjerit.

Seperti perayaan natal 2025 dan tahun baru 2026 kali ini, kebutuhan pokok disejumlah pasar di Kota Tarakan mulai melonjak cukup signifikan.

Berdasarkan hasil pantauan yang dilalukan di lapangan, komoditi kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan mulai terlihat pada cabe merah.

Dimana, harga cabe merah saat ini mulai tembus Rp100 ribu perkilonya, bahkan hsebelumnya harga cabe merah sempat menyentuh angka Rp120 hingga Rp130 ribu.

“Untuk cabe merah sudah mulai terasa lonjakan kenaikan harganya, saat ini cabe sudah tembus Rp100 ribu perkilo,” jelas salah satu pedagan di Pasar Tenguyun, Sukinah.

Baca Juga  Festival Irau Sukses Digelar, Bupati Malinau Diundang Parade Tari Nusantara TMII

Selain cabe merah, diungkapkan Sukinah, harga bawang merah juga mulai mengalami lonjakan dari harga sebelumnya Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu perkilonya.

“Kalau bawang merah mengalami kenaikan juga, tapi untuk putih masih stabil harganya, yakni diharga Rp40 ribu perkilo,” ungkapnya.

Sukinah menerangkan, komoditas lainnya ikut mengalami kenaikan yakni jagung yang diprediksi bakal tembus di harga Rp600 ribu perkarung, pada akhir tahun 2025.

“Kalau harga normalnya jagung itu perkarungnya Rp350 ribu tapi sekarang menagalai kenaikan jadi Rp500 ribu,” terang Sukinah.

Meski ada sejumlah komiditas mengalami lonjakan harga, Sukinah menyebutkan, saat ini ada juga komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga seperti tomat dan buncis.

Baca Juga  Sekda Malinau Pastikan Tidak Ada Pemotongan TPP ASN

“Untuk tomat sekarang harganya Rp8 ribu dari harga normal Rp20 ribu perkilo, sedangkan buncis meski harganya stabil diangka Rp15 ribu tapi sangat sulit laku dijual,” sebutnya.

Jelang perayaan natal dan tahun baru kali ini, kebutuhan akan sembako di pasaran perlahan mulai merangkan naik hargnya.

Terpantau, saat ini harga telur ayam di pasaran sudah mengalami kenaikan Rp2 ribu, sejak awal Desember 2025.

“Harga telur yang besar jadi Rp.72 ribu perpiringnya, yang kecil jadi Rp67 ribu dan yang kecil naik jadi Rp63 ribu,” ujar salah satu pedagan sembako, Irwansyah.

“Meski begitu, untuk harga minyak goreng dan dan beras masih relatif aman belum ada kenaikan harga,” tambahnya.

Baca Juga  Turnamen Mini Soccer U-12 Dibuka, Pemkab Malinau Harapkan Regenerasi Atlet Sejak Usia Dini

Irwansyah mengatakan, harga sembako lainnya yang mengalami kenaikan yakni kacang tanah menjadi Rp45 ribu perkilo dan gula merah naik jadi Rp38 ribu perkilonya.

“Kemarin itu kacang tanah perkilonya berkisar Rp30-32 ribu perkilo, sedangkan gula merah harga awalnya paling mahal Rp30 ribu.

Walau sejumlah komoditas dkebutuhan pokok mengalami kenaikan, namun hingga saat ini harga ayam disejumlah pasar terpantau masih relatif aman.

“Untuk daging ayam belum ada kenaikan, yang bersih harganya masih Rp47 ribu perkilo, kalau kotor perkilonya Rp33 ribu,” pungkas Dian salah satu pedagang ayam di Pasar Tenguyun. (*/red/cn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *