Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Pondok Kebun Kampung Enam, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

oleh -54 Dilihat

TARAKAN – Warga Gang Latimojong 2, RT 15, Kelurahan Kampung Enam digemparkan dengan penemuan mayat pria yang ditemukan tergantung di sebuah pondok kebun, Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 09.25 Wita.

Mayat pertama kali ditemukan tiga warga bernama Rudi (41), Arifai (57), dan Mawi saat berkebun di sekitar lokasi.

Kondisi tubuh korban sudah rusak, diduga telah meninggal empat hingga lima hari sebelum ditemukan. Identitas korban belum diketahui.

Baca Juga  Bukit Rata, Truk Hilir Mudik: Tanda Tanya di Balik Pembalakan Hutan dan Galian C Liang Bunyu

Plh Kapolsek Tarakan Timur, IPTU Muhammadong, membenarkan penemuan tersebut, setelah menerima laporan polisi bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tarakan telah melakukan olah TKP.

“Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali nilon biru, jaket krem, simpul tali di leher korban, serta sebilah parang,” ungkap Muhammadong.

Muhammadong menjelaskan, saat ditemukan, kaki korban berjarak sekitar 30 sentimeter dari tanah, sementara panjang tali dari leher ke balok sekitar 70 sentimeter.

Baca Juga  Razia Balap Liar, Satlantas Polres Malinau Amankan 10 Motor dan 18 Pelajar

“Untuk identitas korban saat ini belum diketahui, apalagi tidak ada warga sekitar yang mengenali korban, dan belum ada laporan kehilangan orang,” jelasnya.

Dikatakan Muhammadong, untuk saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga  Oknum Kepala Sekolah dan Rekannya Dilaporkan ke Polresta Bulungan, Diduga Menipu Pengusaha Minyak

“Untuk penyebab kematian belum bisa kami pastikan apakah ada kemungkinan lain, atau memang murni gantung diri,” terangnya.

Guna proses penyelidikan lebih lanjut, Muhammadong mengungkapkan, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Sementara jenazah korban sudah kami evakuasi, sambil kami menunggu apakah ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya,” pungkasnya. (*/red/cn/im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *