MALINAU – Sebuah long boat yang mengangkut warga Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau Hulu, dilaporkan tenggelam di jeram Sungai Bahau, Selasa (23/12/2025).
Musibah ini terjadi saat perahu dalam perjalanan menuju pusat kecamatan, membawa penumpang dan muatan kebutuhan natal, saat arus sungai tiba-tiba menguat di lokasi jeram yang sulit dilalui.
Berdasarkan laporan yang ada, long boat dengan tujuan pusat kecamatan itu diketahu milik kepala desa dengan membawa sejumlah penumpang dan ABK.
Warga setempat dan petugas desa segera melakukan upaya pertolongan setelah terdengar teriakan dari lokasi kejadian.
Nnamun, kondisi medan yang terpencil dan akses yang sangat terbatas memperlambat proses evakuasi.
Meski demikian, dari informasi yang beredar dikabarkan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden memilukan tersebut.
Kecelakaan ini kembali menyoroti tantangan berat yang dihadapi masyarakat di pedalaman Kalimantan Utara, khususnya di wilayah Bahau Hulu.
Desa Apau Ping dikenal sebagai pemukiman yang berada di titik hulu sungai, jauh dari akses jalan darat yang layak, sehingga hampir seluruh aktivitas transportasi hanya bisa dilakukan melalui sungai atau udara.
Warga dan pengunjung di pedalaman ini menggantungkan hidupnya pada jalur sungai sebagai “jalan utama” untuk menghubungkan desa dengan pusat kecamatan dan ibukota kabupaten.
Di musim hujan, arus air yang deras dan jeram yang tak terprediksi sering menjadi ancaman keselamatan bagi perahu bermesin panjang (long boat) yang membawa orang dan kebutuhan pokok.
Tambahan lagi, minimnya akses darat membuat bantuan darurat dan layanan kesehatan sulit dijangkau dengan cepat.
Musibah ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak akan pentingnya penguatan infrastruktur di wilayah pedalaman, mulai dari peningkatan keselamatan transportasi sungai hingga pembangunan prasarana yang lebih memadai.
Dengan begitu, warga yang berada di wilayah pedalaman Kaltara seperti di Bahau Hulu tidak lagi terisolasi oleh kondisi geografis. (*/red/cn)











