Safari Ramadan di Gong Solok, Wabup Jakaria Dengarkan Langsung Suara Warga Malinau

oleh -0 Dilihat

MALINAU – Bulan suci Ramadan dimaknai lebih dari sekadar momentum ibadah oleh Wakil Bupati Malinau, Jakaria.

Melalui agenda Safari Ramadan, ia memastikan pemerintah hadir bukan hanya dalam seremoni, tetapi juga dalam mendengar dan merespons langsung kebutuhan masyarakat.

Didampingi sejumlah ASN dari berbagai OPD di Pemkab Malinau, Jakaria turun langsung ke lapangan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan warga.

Di hadapan masyarakat, Jakaria menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan agenda simbolik tahunan.

Baca Juga  Diduga Korsleting AC, Rumah Dua Lantai di Nunukan Terbakar

Baginya, pertemuan tatap muka jauh lebih efektif untuk memahami persoalan riil yang dihadapi warga.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Melalui Safari Ramadan, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan mereka,” ujar Jakaria, Senin (23/02/2026)

Ia menambahkan, komunikasi langsung seperti ini memberi gambaran nyata tentang kondisi di lapangan.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga, kata Jakaria, berkisar pada kebutuhan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas layanan kesehatan, hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan.

Baca Juga  Bahas Kolaborasi Pembangunan Kaltara, Sekprov Kaltara Audiensi Bersama BPBK dan Satker PS KemenPUPR

“Kami mencatat setiap masukan yang disampaikan. Semua akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan dalam perencanaan program pemerintah daerah,” tegas Jakaria..

Mewakili Bupati Malinau, Jakaria memastikan Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen mempercepat pembangunan yang merata hingga ke desa-desa.

Peningkatan kualitas pelayanan publik, menurutnya, menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Di tengah suasana Ramadan, ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

Baca Juga  Sekda Malinau Tegaskan Peran Guru Kristen Jaga Ketahanan Keluarga dan Moral Generasi Muda

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Butuh dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.

Melalui pendekatan dialogis dan humanis seperti ini, Pemkab Malinau berharap hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat terus terawat, demi terwujudnya Malinau yang semakin maju dan sejahtera. (*/red/cn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *