NUNUKAN – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Nunukan. Sebuah ruko dua lantai di Jalan TVRI RT 002, Nunukan, dilalap si jago merah pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Kebakaran itu, diduga dipicu korsleting listrik di gudang penyimpanan rokok yang berada di lantai satu bangunan.
Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga sekitar lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan padat bangunan ruko.
Kobaran api dengan cepat membesar disertai asap hitam pekat yang memenuhi ruangan bangunan.
Salah seorang karyawan ruko, Saiful Amin (37), mengaku pertama kali melihat munculnya api saat dirinya hendak pulang dan melakukan pengecekan di dalam ruko.
“Saat mau pulang saya ambil plastik sampah untuk dibuang, lalu lihat deretan kayu dekat lampu di lorong gudang seperti ada api,” ungkap Saiful.
“Sempat juga saya coba untuk padamkan menggunakan air, tapi api tidak kunjung padam,” tambahnya..
Karena api tak kunjung padam, Saiful, menerangkan kalau dirinya sempa naik ke lantai atas untuk mengambil alat pemadam api ringan (APAR), namun tidak berhasil menggunakannya.
“APAR-nya ada dan sempat saya ambil di lantas atas, tapi saya tidak bisa menggunakannya,” terangnya.
Melihat api yang semakin membesar, Saiful lalu bergegas keluar meminta bantuan penjaga Villa Parfum yang berada di sebelah ruko untuk membantu melakukan pemadaman.
Lanjutnya, saat dilakukan pemadaman menggunakan APAR sebanyak dua tabung, kobaran api justru tidak terkendali dikarenakan sumber kobaran berada di dalam gudang.
“Jadi, kamihanya bisa melakukan penyemprotan dan pemadaman dari luar gedung saja,” beber Saiful.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menjelaskan laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 21.30 Wita.
Karena lokasi berada di area padat bangunan, Damkar Nunukan langsung menurunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari enam unit dari Mako Utama dan dua unit dari Sektor Tanah Merah.
“Setiba di lokasi kebakaran, petugas langsung melakukan tindakan pemadaman. Fokus kami ada dua, pertama mengisolir kobaran api agar tidak merambat dan meluas ke bangunan lainnya,” jelas Wahyudi.
Wahyudi menyebutkan, selain mengisolasi api, petugas juga fokus memadamkan titik api utama yang berada di dalam bangunan ruko.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar setengah jam, kemudian dilanjutkan pendinginan selama kurang lebih satu setengah jam untuk memastikan api benar-benar padam,” sebutnya.
Dalam insiden kebakaran ini, selain menghanguskan ruko dua lantai berukuran sekitar 4 x 20 meter persegi. Wahyudi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun satu bangunan di samping lokasi, yakni Villa Parfum, turut terdampak.
“Informasinya, bangunan ruko itu milik Awie dan disewakan kepada PT Primantara Indah Makmur. Hingga kini, kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan perhitungan,” sebut Wahyudi.
Sementara itu, Komandan Pleton Damkar, Suwar menambahkan, di tengah proses pemadaman, terdapat dua personel Damkar nyaris pingsan setelah terpapar asap tebal saat berjibaku memadamkan api.
“Meski telah menggunakan masker, kedua petugas tetap mengalami sesak napas akibat terlalu banyak menghirup asap,” ujar Suar.
Untuk memastikan kondisnya baik-baik saja, Suwar, mengatakan kedua personel Damkar itu kemudian di evakuasi untuk mendapatkan penanganan medis Palang Merah Indonesia (PMI), yang bersiaga di lokasi kebakaran.
“Usai mendapatkan pertolongan medis, kondisi kedua personel kami berangsur membaik,” pungkas Suwar. (*/red/cn/dkr)











