MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa menegaskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an.
Dipastikan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam, mempererat persaudaraan, serta memperkokoh nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kaltara.
Penegasan tersebut disampaikan Wempi, saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kaltara di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Kabupaten Malinau, Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Wempi, menyebut penunjukan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata dan kesiapan maksimal.
“Menjadi tuan rumah MTQ ke-10 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara merupakan amanah yang kami sambut dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab,” tegas Wempi.
“Kepercayaan ini, menjadi kehormatan bagi seluruh masyarakat Malinau untuk memberikan pelayanan dan penyelenggaraan terbaik,” tambahnya.
Dijelaskan Wempi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Kementerian Agama, Forkopimda, dan seluruh perangkat daerah telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ secara menyeluruh.
Pemkab Malinau, lanjutnya, bahkan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar guna mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
“Selain itu, panitia telah menyiapkan lima arena perlombaan, fasilitas penginapan bagi seluruh kafilah, hingga layanan transportasi untuk mendukung mobilitas peserta selama mengikuti MTQ,” jelasnya.
Diungkapkan Wempi, komitmen pemerintah daerah dalam membangun kehidupan keagamaan tidak berhenti pada pelaksanaan MTQ. Berbagai program pembinaan terus dijalankan sebagai upaya mencetak generasi Qurani yang berkualitas.
“Kami terus memperkuat pembinaan LPTQ, memberikan dukungan kepada rumah tahfidz, TPA dan TPQ, meningkatkan kualitas SDM keagamaan, serta memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama,” ungkapnya.
Wempi menyebutkan, seluruh program tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Malinau untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai budaya serta kearifan lokal.
Dalam kesempatan itu, Wempi juga menyoroti kuatnya budaya toleransi yang telah lama tumbuh di Kabupaten Malinau. Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan agama justru menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah.
“MTQ ini bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Malinau. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan telah menjadi budaya yang terus kami pelihara,” sebut Wempi.
Tidak hanya itu, Wempi, turut mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai wahana memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga akhlak selama mengikuti perlombaan.
“Prestasi tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat dibawa pulang, diamalkan, dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Selain itu, Wempi, juga meminta Dewan Hakim menjalankan tugas secara profesional, objektif, jujur, dan penuh integritas agar hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan terbaik para peserta.
“Kami berharap Dewan Hakim dapat memberikan penilaian yang objektif dan berintegritas sehingga MTQ ini menghasilkan qari dan qariah terbaik yang layak mewakili Kalimantan Utara pada tingkat nasional,” bebernya.
Menutup sambutannya, Wempi berharap seluruh rangkaian MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kaltara dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga MTQ ke-10 Tingkat Provinsi Kaltara berlangsung sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses syiar Al-Qur’an, serta semakin mempererat persaudaraan dan kebersamaan seluruh masyarakat Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*/red/cn/kom)











