Malinau Tekuk Bulungan 8-5 di Final Hardiknas Mini Soccer 2026, Laga Panas Berakhir Dramatis

oleh -21 Dilihat

BULUNGAN – Partai final Hardiknas Mini Soccer Championship 2026 berlangsung sengit di Lapangan Aryaguna, Kamis (30/04/2026) malam.

Tim Satuan Pendidikan Kabupaten Malinau keluar sebagai juara setelah menundukkan Kabupaten Bulungan dengan skor meyakinkan 8-5.

Sejak awal laga, kedua tim tampil dalam tempo tinggi. Malinau langsung menekan dan menutup babak pertama dengan keunggulan 5-3.

Memasuki babak kedua, Bulungan bangkit dan mampu menyamakan kedudukan, membuat pertandingan berlangsung ketat dan penuh tekanan.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Temui Sopir Truk, Pemprov Beri Waktu Penyelesaian Legalitas hingga 2026

Namun, Malinau kembali menguasai permainan di fase krusial. Serangan cepat yang efektif dan penyelesaian akhir yang tajam memastikan kemenangan mereka sekaligus mengunci gelar juara.

Sebelum laga final, pertandingan ekshibisi antara tim Gubernur dan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) turut memanaskan suasana.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, ikut bermain dan membawa timnya menang tipis 3-2 setelah sempat imbang 1-1 di babak pertama.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Tegas: Rekomendasi BPK Wajib Ditindaklanjuti Tepat Waktu

Usai pertandingan, Gubernur Zainal secara resmi menutup turnamen dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Zainal mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini berjalan lancar,” jelas Gubernur Kaltara.

Zainal menegaskan, turnamen ini tidak semata soal kemenangan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan silaturahmi antar tenaga pendidik.

Baca Juga  BBM Malaysia Melonjak, Nunukan Panik: Pemda Desak Pertamina Tambah Kuota

“Semua tim adalah juara. Yang belum menang tetap mendapat apresiasi,” tegasnya.

Gubernur mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dalam setiap pertandingan. “Bermain dengan baik, jaga fair play. Kita semua bersaudara,” pungkasnya.

Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga mempererat solidaritas di lingkungan pendidikan Kaltara. (*/red/cn/dkisp/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *