MALINAU – Pelaksanaan Irau ke-12 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Hal ini, disampaikan langsung Sekertaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-I Masa Sidang III dalam rangka Irau ke-12 dan HUT Kabupaten Malinau ke-27, Senin (26/01/2026).
Berdasarkan survei sementara yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Politeknik Malinau pada 13–24 Oktober 2026, perputaran ekonomi selama Irau meningkat 6,58 persen dibandingkan hari biasa.
Hingga 24 Oktober 2026, perputaran uang yang berkaitan dengan pelaksanaan Irau tercatat mencapai Rp7,8 miliar.
Nilai tersebut belum mencakup aktivitas ekonomi selama dua hari terakhir, sebelum rangkaian kegiatan resmi ditutup pada 26 Oktober 2026.
Sementara itu, jumlah pengunjung Irau ke-12 diperkirakan mencapai 30.488 orang. Capaian sementara ini menunjukkan besarnya aktivitas masyarakat selama perhelatan Irau, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal.
Ernes mengatakan hasil survei sementara tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penyelenggaraan Irau tidak hanya berfungsi sebagai perayaan budaya dan hari jadi daerah, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Peningkatan perputaran ekonomi ini tentu menjadi hal yang positif. Kita ingin Irau tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi memberikan dampak nyata pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ernes.
Dijelaskan, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Irau dapat dirasakan secara luas.
Aktivitas perdagangan, kuliner, produk lokal, serta berbagai usaha masyarakat diharapkan memperoleh peluang dari meningkatnya kunjungan selama kegiatan berlangsung.
“Yang kita harapkan adalah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Pelaku UMKM, pedagang kecil, dan pengusaha lokal harus memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kegiatan seperti Irau ini,” jelasnya.
Ernes menegaskan, capaian perputaran uang sebesar Rp7,8 miliar tersebut masih bersifat sementara. Dengan masih berlangsungnya kegiatan hingga 26 Oktober, pemkab menunggu hasil pendataan akhir untuk mengetahui besaran dampak ekonomi keseluruhan.
“Angka yang ada saat ini masih merupakan hasil sementara. Kita tunggu sampai seluruh rangkaian Irau selesai agar hasil akhirnya bisa memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkan,” tegas Ernes.
Ernes menilai, evaluasi berbasis data penting dilakukan agar penyelenggaraan Irau pada tahun-tahun berikutnya dapat semakin terarah.
Lanjutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak cukup diukur dari kemeriahan acara dan jumlah pengunjung, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Ke depan, kita harus terus melakukan evaluasi. Kita ingin kegiatan budaya dan pariwisata di Malinau semakin berkualitas, mampu menarik kunjungan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*/red/cn/pro)









