BULUNGAN – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, menegaskan pembangunan pangan dan gizi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas di daerah.
Penegasan itu disampaikan Denny saat membuka Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Provinsi Kaltara Tahun 2025–2029 di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (26/05/2026).
Dijelaskan Denny, ketahanan pangan nasional dibangun melalui empat pilar utama, yakni ketersediaan pangan, distribusi pangan, konsumsi pangan yang aman dan bergizi, serta stabilitas pangan.
Lanjutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas, akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan pangan dan gizi memerlukan keterlibatan seluruh sektor secara terpadu dan berkesinambungan,” jelas Denny.
Denny menerangkan, Pemerintah Provinsi Kaltara telah menetapkan Peraturan Gubernur tentang RAD Pangan dan Gizi sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Regulasi tersebut, tambah Denny, diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun program yang terarah, terukur, dan saling terintegrasi.
“Melalui rencana aksi daerah ini, saya berharap seluruh program dapat berjalan selaras untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat,” terangnya.
Denny memberkan, Kaltara memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan pangan, mulai dari produksi padi, pangan lokal nonberas hingga komoditas hortikultura yang terus berkembang.
Namun, kondisi geografis Kaltara yang didominasi wilayah pedalaman, perbatasan, dan kepulauan masih menjadi tantangan serius dalam pemerataan distribusi pangan bergizi.
Karena itu, Pemprov Kaltara mendorong penguatan infrastruktur pangan, pengembangan produk pangan lokal, peningkatan keamanan pangan, serta percepatan penanganan persoalan gizi melalui sinergi lintas sektor.
“Momentum sosialisasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam pembangunan pangan dan gizi di Kaltara,” tutupnya. (*red/cn/dkisp/adv)











