Bupati Wempi Pimpin Apel Perdana ASN 2026, Tekankan Optimalisasi Kinerja di Tengah Penurunan APBD

oleh -26 Dilihat

MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Malinau, Selasa (6/1/2026).

Dalam arahannya, Bupati Wempi mengajak seluruh ASN untuk bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan mengawali tugas di tahun yang baru.

Ia meminta seluruh aparatur pemerintah bekerja dengan semangat, ketulusan, dan penuh tanggung jawab sebagai abdi negara sekaligus pelayan masyarakat.

“Di awal tahun ini saya mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan semangat, tulus, dan bertanggung jawab, karena tugas kita adalah melayani masyarakat,” kata Wempi.

Baca Juga  Rayakan HUT Reserse ke-78, Ditkrimum Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan

Pada kesempatan itu, Wempi menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malinau Tahun Anggaran 2026 telah ditetapkan bersama DPRD dengan total sekitar Rp2,4 triliun.

Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan APBD tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp3,2 triliun.

Menurut Wempi, penurunan anggaran tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya transfer ke daerah dari pemerintah pusat.

Wempi menegaskan bahwa kondisi ini tidak hanya dialami Kabupaten Malinau, tetapi juga hampir seluruh kabupaten dan kota, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

“Penurunan ini terjadi karena transfer dari pusat berkurang, dan hal ini dirasakan hampir semua daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Safari Ramadan Pemkab Malinau Jadi Jembatan Pemerintah dan Warga

Meski demikian, Wempi menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus tetap memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan optimal selama 12 bulan ke depan. Ia menekankan penggunaan anggaran harus benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah ASN di Kabupaten Malinau hanya sebagian kecil dari total penduduk. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan program pemerintah daerah harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Wempi turut menyoroti sektor pendidikan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius. Meskipun kebijakan dan alokasi anggaran pendidikan cukup besar, capaian nilai rata-rata peserta didik di Kabupaten Malinau masih relatif rendah di tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Baca Juga  Diduga Korsleting AC, Rumah Dua Lantai di Nunukan Terbakar

“Hal ini perlu menjadi evaluasi bersama, baik di tingkat pimpinan maupun OPD, agar kualitas sumber daya manusia di Malinau dapat terus meningkat,” tegasnya.

Selain itu, Wempi juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam pengendalian kemiskinan. Ia menyebut Kabupaten Malinau berhasil mencegah munculnya kemiskinan ekstrem dan berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan ke depan. (*/red/cn/kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *