Gubernur Zainal Tegaskan DAD Kaltara Jadi Benteng Budaya dan Persatuan di Wilayah Perbatasan

oleh -2 Dilihat

BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, resmi membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara, di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (29/5).

Dalam sambutannya, dijelaskan Zainal, Musdalub bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting memperkuat persatuan masyarakat adat dan menjaga kehormatan budaya Dayak di wilayah perbatasan.

“Dewan Adat Dayak merupakan rumah besar yang menaungi keberagaman dan menjadi wadah merumuskan langkah bijaksana menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Zainal menerangkan, keberadaan DAD Kaltara memiliki posisi strategis, karena Kaltara merupakan daerah perbatasan yang membutuhkan fondasi sosial dan budaya yang kuat di tengah arus pembangunan dan perubahan zaman.

Baca Juga  Bupati Malinau Lantik Direktur Perumda Intimung 2026–2031, Targetkan Transformasi dan Daya Saing

Terlebih lagi, lanjutnya, penguatan adat dan budaya sejalan dengan visi pembangunan Kaltara 2025–2030, yakni mewujudkan fondasi transformasi Kaltara sebagai beranda depan NKRI yang maju, makmur, dan berkelanjutan.

“Dalam konteks ini, Dewan Adat Dayak menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan,” terang Gubernur.

Ditegaskan Zainal, keberagaman sub-suku Dayak di Kaltara, seperti Kenyah, Lundayeh, Kayan, Bulungan, Tidung dan lainnya, sebagai kekuatan besar yang mampu mempererat persatuan masyarakat Benuanta.

Oleh karana itu, Zainal, mengatakan seluruh seluruh elemen dalam organisasi adat harus tetap mengedepankan semangat musyawarah dan persaudaraan, dalam menyelesaikan setiap perbedaan pandangan.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Perkuat Literasi Digital Pelajar Perbatasan, Sebatik Jadi Garda Depan NKRI

“Jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan pemersatu untuk membangun Benuanta,” tegas Gubernur dua periode itu.

Selain menyoroti pentingnya menjaga adat dan budaya, Pemprov Kaltara juga mendorong DAD agar mampu melihat potensi ekonomi dari kekayaan budaya lokal.

Diantaranya kerajinan tradisional, ukiran, anyaman, manik-manik, alat musik tradisional, seni pertunjukan hingga kuliner khas dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara berkelanjutan.

Mengingat, pengembangan ekonomi berbasis budaya tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas adat dan budaya daerah.

Baca Juga  Festival Irau Sukses Digelar, Bupati Malinau Diundang Parade Tari Nusantara TMII

Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), masyarakat adat di Kaltara juga diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial dan kelestarian hutan.

Di akhir sambutannya, Zainal, memastikan komitmen Pemprov Kaltara dalam mendukung penguatan kelembagaan adat melalui berbagai program nyata, seperti pembinaan, penguatan, hingga perlindungan..

“Melalui Musdalub ini, diharapkan lahir keputusan-keputusan terbaik yang mampu menjaga marwah adat sekaligus memberikan arah konstruktif bagi kemajuan tanah Kaltara,” pungkasnya.

Pembukaan Musdalub DAD Kaltara ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Gubernur Zainal. (*/red/cn/dkisp/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *