Hari Pertama Kerja, Bupati Malinau Pimpin Korve Massal Usai Banjir Lumpuhkan 90 Persen Rumah Warga

oleh -55 Dilihat

MALINAU – Hari pertama masuk kerja pasca libur panjang Idulfitri langsung dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Malinau untuk bergerak cepat.

Di mana, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, memimpin kerja bakti massal (korve) yang melibatkan lintas unsur, Senin (30/03/2026) pagi.

Aksi bersih-bersih ini menyasar jalur utama kota hingga kawasan permukiman, menyusul dampak banjir besar yang sempat melumpuhkan sebagian besar wilayah perkotaan.

“Beberapa hatri sebelum lebaran kemarin, sekitar 90 persen rumah warga di wilayah perkotaan sempat tergenang banjir,” jelas Wempi saat ditemui awak media usai melakukan aksi bersih-bersih.

Baca Juga  MTQ Kaltara di Malinau Tuai Pujian, Kemenag Sebut Kualitas Penyelenggaraan Hampir Setara STQ Nasional

“Dalam kondisi berpuasa, masyarakat dan petugas sudah berupaya membersihkan rumah masing-masing, namun karena berlanjut dengan libur panjang dan hari raya, aktivitas pembersihan menjadi terbatas,” tambahnya

Wempi menerangkan, korve massal tersebut melibatkan jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI/Polri, organisasi masyarakat, hingga warga.

Lanjutnya, fokus utama pembersihan diarahkan pada tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase dan mengotori lingkungan pascabanjir.

Baca Juga  Bendera Dayak Borneo Berkibar di Jalan Rusak Krayan, Kritik Keras untuk Pemerintah

Bupati mengungkapkan, keterbatasan petugas kebersihan selama masa libur memperparah kondisi lapangan, sehingga diperlukan gerakan serentak untuk mempercepat pemulihan kota.

“Jadi, momentum hari pertama kerja ini menjadi titik awal untuk mengurai dampak banjir melalui gotong royong lintas sektor,” terang Wempi.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari Kejaksaan Negeri, Kepolisian, TNI, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Satgas Pamtas Batalyon 648 Raja Pandita, hingga tokoh masyarakat dan kepala adat.

Baca Juga  Malinau Pertahankan WTP, Wempi: Tak Ada Lagi Wilayah yang Luput dari Pengawasan

Wempi menegaskan, gerakan kebersihan bukan sekadar respons situasional, melainkan bagian dari budaya rutin masyarakat Malinau yang kini diperkuat untuk menghadapi dampak bencana.

Wempi menambahkan, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.

“Ini tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas Dinas Lingkungan Hidup,” tegasnya. (*/red/cn/pro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *