BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dalam momentum Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026.
Penegasan itu disampaikan saat Diskusi Publik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama kaum buruh di D-Kafetaria Coffee, Jalan Lembasung, Jumat (01/05/2026).
Zainal mengungkapkan, peringatan Mayday tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.
Yang mana, lanjut Gubernur, tema tersebut menitikberatkan pada kerja sama seluruh pihak dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, produktif, dan berkeadilan.
“Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha untuk menciptakan sistem ketenagakerjaan yang produktif dan adil,” kata Zainal.
Zainal menjelaskan, semangat *“Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” sebagai pengingat bahwa seluruh elemen memiliki tujuan yang sama.
“Jadi, tujuannya akhirnya itu untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” jelas Gubernur dua periode itu.
Zainal menerangkan, pekerja merupakan aset utama dalam pembangunan daerah karena berperan besar menggerakkan roda perekonomian.
Karena itu, Pemprov Kaltara berkomitmen memperkuat perlindungan tenaga kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
Dalam forum tersebut, Zainal juga kembali menyoroti pentingnya pembangunan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kaltara. Usulan pembentukan PHI itu telah diajukan sejak 2022 kepada Mahkamah Agung.
“Kehadiran PHI sangat dibutuhkan agar penyelesaian persoalan ketenagakerjaan bisa lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Zainal, turut mengajak kaum buruh untuk mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi, sehingga penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif.
“Daripada di jalan, lebih baik kita duduk bersama, diskusi. Apa yang menjadi tuntutan saudara-saudara kita, pemerintah akan memfasilitasi dan mengawal,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang kuat antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha guna mewujudkan kesejahteraan bersama di Bumi Benuanta. (*/red/cn/dkisp/adv)











