JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meraih penghargaan sebagai pemerintah provinsi dengan persentase transaksi belanja produk Usaha Mikro Kecil (UMK) terbesar tahun 2025 pada ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026.
Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Kaltara, di Gedung Smesco Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (05/05/2026).
Denny menjelaskan, penghargaan diberikan atas keberhasilan Pemprov Kaltara dalam mendorong penggunaan produk lokal UMKM melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah, khususnya lewat sistem e-Purchasing.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian UMKM. Kaltara mendapat penghargaan karena realisasi belanja produk dalam negeri (UMK) mencapai sekitar 85 persen,” kata Denny.
Denny mengungkapkan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha kecil.
Meski demikian, Denny mengingatkan pengembangan UMKM tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah pusat agar pelaku usaha semakin berkembang dan mampu bersaing.
“Selain kami terus mengembangkan UMKM di daerah, kami juga berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat,” ungkap Sekprov.
Denny berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan penyerapan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan sektor ekonomi kreatif secara transparan dan efisien.
Dengan capaian ini, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM di Kaltara diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan. (*/red/cn/dksip/adv)











