BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami, Kaltara Dipastikan Aman dari Ancaman Gelombang Laut

oleh -4 Dilihat

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya diberlakukan akibat gempa tektonik Magnitudo 7,7 di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina.

Status tersebut dicabut pada Senin (8/6/2026) pukul 11.15 WITA, setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada ancaman tsunami yang berdampak disejumlah wilayah di Kallimantan Utara (Kaltara) yang masuk dalam status waspada tsunami.

Pengakhiran peringatan dini tersebut, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pemantauan intensif yang dilakukan berbagai instansi terkait sejak pagi hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, menjelaskan BMKG telah memastikan potensi tsunami yang sebelumnya diperkirakan dapat berdampak ke Tarakan dan Nunukan tidak lagi menjadi ancaman.

Baca Juga  Pimpin Apel, Sekda Kaltara : OPD Wajib Tuntaskan LKPD 2025 demi Pertahankan Opini WTP

“Berdasarkan informasi resmi yang kami terima dari BMKG, pada pukul 11.15 WITA status peringatan tsunami telah dinyatakan berakhir,” jelas Syahril.

“Artinya, potensi dampak yang sebelumnya dipantau untuk beberapa wilayah di Kaltara sudah tidak mengkhawatirkan,” tambahnya.

Meski peringatan telah dicabut, Basarnas Tarakan bersama unsur terkait tetap mempertahankan pemantauan di lapangan, hingga beberapa jam setelah pengumuman resmi dikeluarkan guna memastikan kondisi benar-benar aman.

Syahril memastikan, seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat baru menghentikan operasi pemantauan lapangan pada pukul 13.00 WITA, sebelum kembali ke satuan kerja masing-masing.

“Kami bersama seluruh stakeholder tetap melakukan monitoring lanjutan setelah pengumuman berakhirnya peringatan dini. Setelah situasi dipastikan aman dan terkendali, personel kembali ke kantor untuk mengakhiri tugas lapangan,” bebernya.

Baca Juga  Sosialisasi Empat Pilar di Tanjung Selor, Rahmawati Tekankan Gen Z Jadi Garda Depan Jaga Kebangsaan

Namun demikian, Syahril, menegaskan Basarnas Tarakan tetap menyiagakan personelnya dan terus mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari BMKG.

Langkah tersebut dilakukan, sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi yang memerlukan respons cepat.

“Kami tetap memantau setiap pembaruan informasi dari BMKG. Jika sewaktu-waktu ada perkembangan yang membutuhkan tindakan di lapangan, personel siap kembali diterjunkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan peringatan dini tsunami yang diberlakukan sejak pagi hari telah resmi ditutup.

Dengan berakhirnya status tersebut, ditambahkannya, kondisi dinyatakan aman dan tidak ada lagi ancaman tsunami bagi wilayah yang sebelumnya masuk dalam area pemantauan.

Baca Juga  Bupati Malinau Dorong PWKI Jadi Mitra Strategis, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

“Pukul 11.15 WITA BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami. Dengan demikian seluruh rangkaian kewaspadaan yang dilakukan sejak pagi hari juga dinyatakan selesai,” ungkap Khilmi.

Khilmi menuturkan, masyarakat kini dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Kendati demikian, warga tetap diminta mengandalkan informasi resmi dari pemerintah dan BMKG untuk menghindari kesalahpahaman maupun kepanikan.

Pemerintah dan seluruh unsur kebencanaan juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan literasi kebencanaan serta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber resmi. (*/red/cn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *