MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
Rapat pembentukan panitia resmi digelar dan dipimpin Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus, Selasa (24/2/2026), sebagai langkah awal memastikan kesiapan teknis dan nonteknis penyelenggaraan.
Rapat tersebut menjadi penegasan komitmen Pemkab Malinau untuk tidak sekadar menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi tampil sebagai tuan rumah yang siap secara organisasi, fasilitas, dan dukungan lintas sektor.
“Ini rapat pembentukan panitia MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang akan dilaksanakan di Malinau,” terang Ernes.
“Kepanitiaan di Malinau sudah kita bentuk dan hari ini kita mulai rapat perdana. Yang pertama tentu kita ingin menyukseskan pelaksanaan MTQ, sukses sebagai tuan rumah dan penyelenggara,” tambahnya.
Ernes menegaskan, menjadi tuan rumah memiliki konsekuensi dan tantangan berbeda dibanding hanya sebagai peserta.
Pemkab Malinau, kata dia, telah mempelajari pola pelaksanaan di daerah lain, termasuk pengalaman Kabupaten Nunukan saat menggelar MTQ tingkat provinsi sebelumnya.
“Kita sudah belajar dari beberapa tempat, termasuk dari Nunukan, bagaimana pelaksanaan MTQ di sana. Harapan kami tentu ada dukungan dari Pemerintah Provinsi, Bapak Gubernur dan jajaran, serta Kementerian Agama dalam menyukseskan MTQ ini,” jelasnya.
Ia menyebiutkan, MTQ bukan semata ajang kompetisi, melainkan momentum strategis untuk mengukur kualitas pembinaan generasi muda dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Ini momentum untuk melihat sejauh mana kemampuan anak-anak kita dalam memahami agama dan meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an,” katanya.
Selain dukungan moral, Pemkab Malinau juga berharap adanya dukungan pembiayaan dan arahan teknis dari pemerintah provinsi agar pelaksanaan berjalan optimal dan sesuai standar penyelenggaraan tingkat provinsi.
Dalam konsep pelaksanaan, Ernes menginginkan MTQ di Malinau menghadirkan nuansa berbeda tanpa menghilangkan esensi utama perlombaan.
Ernes menambhakan, kebersamaan antardaerah tidak boleh hanya terpusat pada seremoni pembukaan dan penutupan.
“Biasanya peserta berkumpul saat pembukaan dan penutupan. Saya minta di hari-hari tertentu di luar itu juga ada momen kebersamaan. Karena ini bukan hanya perlombaan, tapi juga ajang silaturahmi antar kabupaten/kota,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Ernes juga mengusulkan pengisian kegiatan tambahan seperti ceramah agama, tausiyah, serta penampilan seni Islami dari masing-masing kabupaten/kota.
“Silakan tampilkan potensi masing-masing kabupaten. Jangan hanya saat Ramadan saja kita dengar, tapi momentum MTQ ini juga bisa jadi ruang untuk melihat potensi mereka,” tambahnya.
Disingung lokasi kegiatan, Ernes, memastikan pembukaan dan penutupan direncanakan digelar di PLB Malinau.
Sementara itu, untuk venue perlombaan akan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah, mulai dari gedung-gedung OPD, DPRD, fasilitas olahraga hingga hotel.
“Kita ingin peserta benar-benar fokus dan nyaman dalam bertanding,” tegasnya.
Terkait akomodasi, Ernes mengakui keterbatasan kapasitas penginapan di Malinau. Selain memanfaatkan hotel, Pemkab akan melibatkan masyarakat melalui skema homestay.
“Kami harapkan masyarakat yang punya rumah layak bisa berpartisipasi menyediakan homestay,” katanya.
Dari sisi ekonomi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dipastikan dilibatkan dan dipusatkan di kawasan PLB. Bahkan, kelompok pengajian juga akan diberi ruang untuk penyediaan konsumsi.
“UMKM pasti kita libatkan, termasuk UMKM rumahan. Bahkan untuk konsumsi, kita beri ruang bagi kelompok-kelompok pengajian. Jadi dampaknya bukan hanya keagamaan, tapi juga ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*/red/cn)











