Tarakan, Nunukan dan Bulungan Waspada Tsunami Dampak Gempa Tektonik M7,7 di Filipina

oleh -4 Dilihat

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal ini dilakukan BMKG, menyusul gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi.

Wilayah yang masuk kategori Waspada Tsunami meliputi Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan.

BMKG mengimbau masyarakat di daerah pesisir untuk segera menjauhi pantai serta menghentikan seluruh aktivitas di kawasan pantai maupun tepian sungai hingga situasi dinyatakan aman.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan parameter terbaru Magnitudo 7,7.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Dorong LPD Jadi Mitra Strategis Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur, atau berada di laut pada jarak sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 47 kilometer,” kata Wijayanto.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

Mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault yang berpotensi memicu tsunami.

“Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempabumi ini berpotensi menimbulkan tsunami,” tegasnya.

Selain wilayah berstatus Waspada, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku dengan status Siaga Tsunami

Baca Juga  Liang Bunyu Dirampok Terang-Terangan: Dugaan Pembalakan Hutan dan Galian C Ilegal, Ke Mana Negara?

Untuk daerah berstatus Siaga, masyarakat diminta segera menjauhi kawasan pantai dan bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi.

Sementara bagi daerah berstatus Waspada, warga diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai maupun muara sungai.

BMKG juga melaporkan guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia Timur. Intensitas tertinggi tercatat di Kota Morotai dan Halmahera Utara dengan skala IV MMI.

Getaran juga dirasakan di Gorontalo Utara pada skala III-IV MMI serta sejumlah wilayah lain seperti Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur dan Halmahera Tengah dengan intensitas III MMI.

Baca Juga  Sawit Rakyat Digusur Tambang, DPRD Bulungan Minta Operasi PT BSS Dihentikan: Ancaman Konflik Sosial Menguat

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

BMKG juga mencatat hingga pukul 07.00 WIB telah terjadi satu gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M6,7.

Wijayanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan hanya mengikuti informasi resmi yang diterbitkan BMKG.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujarnya.

BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gempa dan potensi tsunami serta akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat. (*/red/cn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *