TARAKAN – Wacana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali memantik perhatian publik.
Di tengah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara membuka komunikasi investasi dengan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA), respons bernada skeptis justru datang dari anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltara, Deddy Yevri Sitorus.
Padahal, rencana pembangunan moda transportasi massal tersebut digadang-gadang menjadi langkah strategis membuka konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di provinsi termuda Indonesia itu.
Dalam pemaparan yang dilakukan PT INTRA kepada Pemprov Kaltara belum lama ini, proyek lintasan kereta api disebut memiliki nilai investasi mencapai Rp20 hingga 25 triliun dan seluruh pembiayaannya ditanggung pihak investor.
Proyek tersebut juga diproyeksikan mampu membuka sekitar 2.000 lapangan kerja baru apabila terealisasi.
Gagasan pembangunan kereta api sendiri bukanlah isu baru di Kaltara. Sejak 2015, rencana tersebut telah masuk dalam masterplan yang tercantum pada Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030.
Namun di saat pemerintah daerah mencoba kembali menghidupkan gagasan besar tersebut, komentar skpetis justru muncul dari wakil rakyat asal dapil Kaltara itu melalui akun Facebook pribadinya.
“Bangun jalur kereta api di Kaltara??? Mimpi mu hebat, tuan. Tapi masa iya masih jualan mimpi, hari gini??? Selamat deh, mudah2 an kejadian!!!,” tulis Deddy.
Unggahan tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warga menilai skeptisisme Deddy sebagai bentuk keraguan realistis terhadap proyek besar yang dinilai sulit diwujudkan dalam waktu dekat.
Terlebih lagi, di tengah persoalan infrastruktur dasar yang masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat Kaltara.
“Saya setuju ga usah bangun kereta api dulu, jalan yang berlubang dan rusak saja masih banyak,” tulis salah satu akun bernama M Yunus Yunus dalam kolom komentar.
Namun tidak sedikit pula masyarakat yang menyayangkan sikap pesimistis tersebut. Sejumlah warga menilai seorang anggota DPR RI seharusnya hadir memberi dorongan, dukungan dan perjuangan politik terhadap proyek strategis daerah.
Bukan sebaliknya justru melontarkan sindirian terbuka di ruang publik, terlebih lagi Deddy Yevri Sitorus merupakan wakil rakyat dari dapil Kaltara.
“Bukannya Sitorus ini dapil Kaltara? Wajar cuma komentar dan tidak memperjuangkan karena bukan asli orang Kaltara,” tulis akun March Handy Eray.
Perdebatan itu kini berkembang menjadi sorotan publik yang lebih luas. Di satu sisi, masyarakat menunggu keseriusan Pemprov Kaltara menghadirkan transportasi modern yang dapat membuka keterisolasian wilayah.
Di sisi lain, publik juga mulai mempertanyakan sejauh mana keberpihakan wakil rakyat pusat terhadap mimpi besar pembangunan di Kaltara.
Di tengah keterbatasan konektivitas dan mahalnya biaya logistik di wilayah perbatasan, wacana kereta api dinilai bukan sekadar proyek ambisius, melainkan simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan Kaltara. (*/red/cn)












Lain kali tidak usah milih Dedy Sitorus menjadi wakil rakyat kaltara,Dedy itu cuma mau gaji besar lewat menjadi wakil rakyat, sampai hari ini rakyat kaltara belum merasa terwakili.