Budaya Literasi Kaltara Diperkuat, DPK Dorong Generasi Muda Berani Menulis dan Berkarya

oleh -6 Dilihat

BULUNGAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat budaya literasi yang tidak hanya berfokus pada kebiasaan membaca, tetapi juga mendorong generasi muda berani menulis dan menghasilkan karya.

Momentum Hari Buku Nasional disebut menjadi pengingat penting, bahwa pembangunan literasi harus mampu melahirkan generasi kreatif, berpikir kritis, dan aktif berkarya untuk masa depan daerah.

Kepala Dinas (Kadis) DPK Kaltara, Ilham Zain, mengapresiasi gerakan literasi yang dilakukan Muhammad Ramli, guru SMP Islam Terpadu Ibnu Abbas, Tarakan sekaligus Founder mudahmenulis.id bersama para santri di Kota Tarakan.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Tegaskan Hardiknas Momentum Perkuat Komitmen Pendidikan Berkualitas

Lanjutnya, langkah yang dilakukan Muhammad Ramli, menjadi contoh nyata bahwa budaya menulis dapat tumbuh dari lingkungan sekolah melalui pendampingan yang konsisten.

“Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya,” Ungkap Ilham.

Melalui pendampingan intensif selama satu bulan dengan 10 kali pertemuan, Muhammad Ramli, membimbing para santri membangun keberanian menulis, mulai dari memahami pentingnya literasi hingga menyusun tulisan pertama.

Baca Juga  Kinerja Fiskal Malinau Tuai Apresiasi, Pemprov Pastikan Tidak Ada Pemotongan TPP

Dari proses tersebut, dijelaskan Ilham, lahir tiga buku karya santri berjudul Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh.

Ilham Zain menilai, lahirnya buku-buku tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan literasi secara berkelanjutan mampu membangun rasa percaya diri generasi muda, dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Pembangunan budaya literasi, diungkapkan Ilham, tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif sekolah, guru, komunitas, keluarga, dan masyarakat.

Baca Juga  Muswil I ABI Kaltara, Pemprov Dorong Peran Ormas Keagamaan Perkuat Ketahanan Sosial

“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat,” bebernya.

Ilham berharap, gerakan literasi serupa dapat berkembang di berbagai wilayah Kaltara sehingga semakin banyak generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya.

“Melalui penguatan budaya literasi sejak dini, diharapkan lahir generasi muda Kaltara yang siap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” pungkasnya. (*/red/cn/dkisp/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *