BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, menerima kunjungan resmi Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (06/05/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah konkret memperkuat kemitraan Indonesia–Australia, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan publik, pendidikan inklusif, dan tata kelola fiskal daerah.
Sebelumnya, rombongan Wadubes Australia meninjau langsung implementasi program kerja sama di SD Negeri 015 Tanjung Selor dan Kantor Bersama Samsat Bulungan.
Mewakili gubernur, Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dan Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).
“Dampaknya terasa, terutama dalam meningkatkan kepercayaan publik,” terang Bertius.
Bertius mengungkapkan, sejumlah inovasi yang lahir dari kolaborasi tersebut, di antaranya layanan pajak ramah disabilitas melalui SADAR BENUANTA serta pengembangan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA).
Selain itu, lanjutnya, Forum Mentari (Menyerap Aspirasi untuk Setara dan Inklusi) Kaltara juga dihadirkan sebagai ruang dialog inklusif, disertai penguatan sektor pendidikan melalui Program INOVASI.
Diterangkan Berius, berbagai langkah ini menunjukkan arah pembangunan Kaltara yang semakin terbuka dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Gita Kamath mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltara dalam meningkatkan layanan publik, khususnya melalui Program SKALA dan INOVASI.
“Kami ingin memastikan pendidikan yang lebih bermutu dan inklusif, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas,” beber Gita
Dalam rangkaian kunjungan, delegasi Australia juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Australia di Tarakan sebagai pengingat hubungan historis kedua negara sejak masa Perang Dunia II.
Gita menegaskan, ikatan sejarah yang kuat antara Indonesia dan Australia menjadi fondasi penting dalam mempererat kerja sama ke depan.
“Kami terkesan dengan layanan publik di Kaltara yang semakin inklusif dan responsif,” pungkasnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Gubernur Zainal menyerahkan cendera mata khas daerah berupa Sesingal, Batik Kaltara, dan manik-manik kepada Wadubes Australia. (*/red/cn/dkisp/adv)











