Gubernur Kaltara Minta Mahasiswa Kawal Kasus Korban Kejahatan di Makassar, Rumah Singgah Segera Diusulkan

oleh -10 Dilihat

MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menerima audiensi mahasiswa asal Kaltara yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Utara (KPMKU) di Makassar, Kamis (14/5) malam.

Pertemuan itu membahas perkembangan kasus mahasiswi asal Kaltara yang menjadi korban tindak kejahatan, sekaligus kebutuhan rumah singgah bagi warga Kaltara di Kota Makassar.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Zainal meminta mahasiswa tetap mengawal perkembangan kasus yang menimpa mahasiswi asal Kaltara itu, serta menjaga solidaritas antarmahasiswa di perantauan.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Tegaskan Peran Majelis Taklim Strategis Bangun Moral Masyarakat

“Saya berharap adik-adik mahasiswa terus mengawal perkembangan kasus ini dan saling menjaga sesama mahasiswa Kaltara di perantauan, khususnya di Kota Makassar,” pinta Gubernur Zainal.

Selain persoalan hukum, mahasiswa juga menyampaikan kebutuhan rumah singgah bagi warga Kaltara yang menjalani pengobatan di Makassar.

Baca Juga  Sekprov Kaltara Minta ASN Taat Pajak Kendaraan, Dorong PAD Tak Bocor

Selama ini, warga yang datang untuk berobat disebut kerap kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara selama masa perawatan.

Dikatakan mahasiswa, asrama mahasiswa Kaltara selama ini sering dimanfaatkan untuk membantu dan menampung warga yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga Bumi Benuanta.

Menanggapi usulan tersebut, Zainal meminta mahasiswa segera menyampaikan proposal resmi disertai data pendukung kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara agar dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga  Dibiayai Penuh APBD, Program Desa Sarjana Unggul Malinau Didorong Cetak Agen Perubahan Desa

“Segera sampaikan surat resmi ke Pemprov Kaltara beserta data pendukungnya. Nanti akan kita coba carikan solusi terbaik,” terangnya.

Menutup pertemuan, Gubernur kembali mengingatkan mahasiswa asal Kaltara agar tetap fokus menyelesaikan pendidikan, menjaga kekompakan, dan terus membawa nama baik daerah selama menempuh pendidikan di tanah rantau. (*/red/cn/dkisp/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *