Sekprov Kaltara Tegaskan Eliminasi AIDS, TBC dan Malaria Tak Bisa Ditangani Setengah Hati

oleh -13 Dilihat

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) tahun 2030.

Upaya itu dilakukan bukan sekadar persoalan pelayanan kesehatan, tetapi juga menyangkut masalah sosial, lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat yang harus ditangani secara terpadu.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, saat membuka Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kaltara di Ballroom Hotel Pangeran Khar, Senin (11/05/2025).

Di hadapan peserta workshop, Denny menekankan bahwa AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria merupakan indikator penting kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Desak Penguatan Sektor Perikanan, KKP Siap Bantu Kapal dan Program Strategis

“Masalah ini berkaitan dengan kemiskinan, lingkungan, kualitas hunian, hingga ketenagakerjaan. Jadi tidak bisa ditangani sendiri-sendiri,” tegas Denny.

Denny menyoroti, pentingnya mengakhiri pola kerja sektoral agar seluruh perangkat daerah bergerak satu arah, dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat.

Dikatakan Denny, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hingga sektor non-pemerintah harus duduk bersama menyusun strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Penanganan ATM harus menjadi gerakan bersama. Semua sektor harus terlibat agar program yang dijalankan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” sebut Denny.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Lepas 484 CJH via Embarkasi Balikpapan, Dua Kloter Diberangkatkan ke Tanah Suci

Workshop yang melibatkan Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia tersebut menjadi langkah sinkronisasi agar program ATM masuk secara konkret dalam dokumen pembangunan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD hingga penganggaran tahunan.

Selain penguatan kebijakan dan dukungan fiskal, Pemprov Kaltara juga mendorong keterlibatan dunia usaha serta Badan Amil Zakat Nasional untuk mendukung edukasi dan pembiayaan program kesehatan masyarakat.

Bagi Denny, target tahun 2030 bukan sekadar batas administratif, tetapi momentum penting menyelamatkan generasi masa depan agar tumbuh sehat, produktif, dan mampu bersaing.

Baca Juga  Sekprov Kaltara Tegaskan Media Jadi Garda Stabilitas Informasi Daerah

“Tahun 2030 harus menjadi momentum lahirnya generasi Kaltara yang sehat dan unggul. Karena itu, kolaborasi dan sinergi semua pihak harus diperkuat mulai sekarang,” terang Denny.

Denny berharap, workshop tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia Kaltara yang lebih kuat dan berkualitas.

“Mari kita perkuat kolaborasi dan sinergi bersama demi Kaltara yang sehat, maju, dan memiliki generasi unggul,” pungkasnya. (*/red/cn/dkisp/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *