Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Dorong Literasi Jadi Fondasi SDM Unggul

oleh -10 Dilihat

BULUNGAN – Peringatan Hari Perpustakaan Nasional 2026 dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memperkuat budaya literasi.

Hal ini dilakukan, sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”, DPK Kaltara menegaskan bahwa perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku.

Namun, telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan wadah pengembangan potensi masyarakat.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Perkuat Layanan Inklusif, Pendataan Disabilitas Terintegrasi Mulai Digulirkan

Kepala DPK Kaltara, Ilham Zain, mengatakan perubahan zaman menuntut perpustakaan bertransformasi menjadi ruang terbuka yang mampu mendukung masyarakat untuk belajar, berdiskusi, hingga berkolaborasi.

“Perpustakaan bukan lagi hanya tempat meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat informasi, pusat kreativitas, dan ruang pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi,” kata Ilham Zain, Minggu (17/05/2026).

Dijelaskan Ilham, tantangan era digital saat ini bukan hanya soal kemudahan akses informasi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Percepat Transformasi Digital, Seluruh Daerah Diminta Perkuat Integrasi Layanan

Karena itu, lanjutnya, budaya membaca dinilai menjadi bekal penting untuk membentuk masyarakat yang kritis, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi perubahan zaman.

Sebagai langkah konkret memperkuat budaya literasi, DPK Kaltara terus mendorong tumbuhnya komunitas literasi, taman bacaan masyarakat, hingga ruang belajar di berbagai wilayah di Kaltara.

Ruang-ruang literasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga melahirkan generasi yang terbiasa berdiskusi, berkarya, dan berkolaborasi.

Baca Juga  Lantik 84 ASN, Gubernur Kaltara Warning Keras: Jangan Turun Kinerja, Dilarang Nongkrong Saat Jam Kerja

“Literasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam menciptakan generasi yang unggul, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelas Ilham.

Ilham berharap, momentum Hari Perpustakaan Nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu membangun semangat membaca dan budaya belajar masyarakat sebagai bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Mari jadikan perpustakaan sebagai jendela ilmu, komunitas literasi sebagai ruang bertumbuh, dan budaya membaca sebagai fondasi kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya. (*/red/cn/dkisp/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *