TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat literasi digital di kalangan pelajar sebagai respons atas derasnya arus informasi di era digital.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP), sosialisasi digelar di SMA Negeri 1 Tarakan, Jumat (24/04/2026), dengan melibatkan ratusan pelajar SMA dan SMK.
Kegiatan ini menitikberatkan pada kemampuan pelajar untuk tidak hanya cepat mengakses informasi, tetapi juga cerdas dalam menyaring dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., menerangkan bahwa literasi digital kini menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda.
“Literasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Pelajar harus mampu menggunakan teknologi dengan bijak,” terang Iskandar.
Iskandar menegaskan, saat ini terdapat banyak berbagai ancaman serius di ruang digital, seperti hoaks, perundungan siber, judi online, hingga risiko kebocoran data pribadi.
Lanjutnya, kemampuan digital tidak cukup hanya sebatas mengoperasikan perangkat, tetapi juga mencakup pemahaman etika dan tanggung jawab dalam berinternet.
“Pintar digital bukan hanya soal memakai gadget, tapi bagaimana menyaring informasi, menjaga etika, dan memanfaatkan internet untuk hal positif,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, DKISP menekankan empat pilar utama literasi digital, yakni kecakapan menggunakan teknologi, pemahaman nilai kebangsaan, etika berkomunikasi di ruang digital, serta perlindungan data pribadi.
Melalui penguatan empat aspek tersebut, pelajar didorong tidak sekadar menjadi pengguna internet, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin pelajar tidak mudah terpengaruh, tapi bisa menjadi kreator konten yang menginspirasi,” ungkap Iskandar.
Kegiatan bertema “Gen Z Cerdas Digital: Bijak Bermedia, Aman Berinternet, Produktif Berkarya” ini akan diperluas ke kabupaten lain di Kaltara sebagai bagian dari upaya pemerataan literasi digital di wilayah tersebut. (*/red/cn/dkisp/adv)











