DLH Bulungan Tegaskan Toilet Bundayati Rp730 Juta untuk Dua Unit, Pengawasan Diperketat

oleh -16 Dilihat

BULUNGAN – Pembangunan dua unit toilet di kawasan Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan, dengan anggaran mencapai Rp730 juta menjadi perhatian publik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Ismail, menegaskan anggaran tersebut mencakup pembangunan dua unit toilet, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen.

Ismail menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya DLH memenuhi kebutuhan pengunjung Kebun Raya Bundayati yang semakin ramai, baik saat pelaksanaan kegiatan maupun untuk aktivitas sehari-hari, seperti berolahraga dan jogging.

Lanjutnya, pembangunan toilet berawal dari masukan masyarakat yang mengalami kesulitan mencari fasilitas buang air kecil ketika berkunjung ke kawasan ruang terbuka hijau tersebut.

“Berdasarkan master plan Kebun Raya Bundayati, kami melihat kebutuhan fasilitas yang harus dipenuhi,” jelas Ismail, Kamis (15/10/2026).

“Jadi, ada masukan dari masyarakat yang datang berkunjung dan kesulitan mencari toilet. Karena itu, pembangunan toilet menjadi salah satu prioritas DLH,” tambahnya.

Diterangkan Ismail, rencana pembangunan toilet sempat mengalami pertimbangan terkait lokasi. Namun, tingginya antusiasme masyarakat yang memanfaatkan Kebun Raya Bundayati membuat penyediaan fasilitas sanitasi dinilai semakin mendesak.

Baca Juga  Festival Irau Malinau Masuk Kalender Nasional, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Layanan Digital

Sebelum pembangunan dilakukan, fasilitas toilet yang tersedia masih berupa toilet darurat berbahan tripleks dan toilet portabel yang disediakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulungan.

Hanya saja, fasilitas tersebut dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan untuk kawasan kebun raya.

Anggaran Rp730 Juta, DLH Klaim Libatkan Tim Teknis

Besarnya anggaran pembangunan dua unit toilet tersebut turut menjadi perhatian. Dengan nilai total Rp730 juta, biaya pembangunan setiap unit mencapai sekitar Rp365 juta, termasuk PPN 12 persen.

Ismail mengungkapkan, apabila komponen PPN dikeluarkan dari perhitungan, nilai pembangunan kedua unit toilet tersebut menjadi sekitar Rp650 juta. Dengan demikian, biaya setiap unit sebelum PPN mencapai sekitar Rp325 juta.

Ditegaskan Ismail, penentuan nilai anggaran tidak dilakukan tanpa pertimbangan teknis. Yang mana, DLH membentuk tim teknis yang memahami pekerjaan konstruksi sipil serta melibatkan pihak Dinas PUPR untuk melakukan kajian kebutuhan pembangunan.

“Dalam pembangunan fisik, ada komponen biaya yang harus diperhitungkan, termasuk material, pajak, dan kebutuhan pekerjaan lainnya,” tegasnya.

Baca Juga  WFA Hemat Rp230 Juta, Sekprov Kaltara Tegaskan Efisiensi Tanpa Ganggu Layanan Publik

“Kami membentuk tim teknis yang memahami bidang sipil dan melibatkan pihak PUPR Bulungan agar perhitungan anggarannya dilakukan dengan pertimbangan teknis,” tambah Ismail.

Ismail menyebutkan, bahwa pihaknya menginginkan pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan dan tidak terjadi penggelembungan harga atau mark-up.

Meski demikian, besaran anggaran dan kewajaran harga pekerjaan tetap perlu ditopang dokumen perencanaan, rincian harga satuan, spesifikasi teknis, serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

DLH Janji Kawal Pengerjaan hingga Selesai

Ismail menyatakan, DLH Bulungan akan terus mengawasi pelaksanaan proyek hingga pekerjaan rampung.

Pengawasan tersebut, diperlukan untuk memastikan hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan yang telah ditetapkan.

“Kami akan terus mengawal pembangunan ini sampai selesai. Jangan sampai hasilnya hanya terlihat bagus di foto, tetapi kenyataannya di lapangan tidak sesuai perencanaan awal. Kami ingin hasil pekerjaan maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan,” beber Ismail.

Selain melakukan pengawasan internal, DLH juga meminta pendampingan dari pihak lain dalam proses pembangunan.

Langkah tersebut, dikatakan Ismail, menjadi bagian dari upaya memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan secara bertanggung jawab.

Baca Juga  LBH Kabudaya Keadilan Kaltara Tegaskan Komitmen: Akses Hukum untuk Semua Tanpa Kecuali

Ismail menambahkan, dalam pelaksanaan proyek konstruksi terdapat sejumlah komponen biaya yang harus diperhitungkan.

Karena itu, nilai kontrak tidak dapat semata-mata dinilai dari jumlah bangunan yang dihasilkan tanpa melihat spesifikasi, material, pekerjaan pendukung, pajak, dan komponen biaya lainnya.

Minta Tambahan Pot untuk Mempercantik Kawasan

Di luar pekerjaan utama, DLH Bulungan juga berharap pihak pelaksana dapat menambahkan beberapa pot tanaman di sekitar toilet yang dibangun.

Penambahan pot tersebut dimaksudkan untuk mendukung penataan lingkungan sekaligus mempercantik tampilan Kebun Raya Bundayati sebagai kawasan ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan masyarakat.

Ismail menuturkan, pot tanaman yang diharapkan tersebut berada di luar anggaran pembangunan toilet yang telah ditetapkan.

Nantinya, DLH berencana memanfaatkan pot tersebut untuk menanam bunga dan tanaman lainnya agar lingkungan di sekitar fasilitas terlihat lebih menarik.

“Kami berharap ada tambahan pot di sekitar toilet agar bisa ditanami bunga. Supaya kawasan itu semakin menarik dan penataan ruang terbuka hijaunya lebih baik. Permintaan pot tersebut berada di luar anggaran pembangunan toilet,” pungkasnya. (*/red/cn/im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *